KU DEKAP CINTAKU HINGGA KE SYURGA

Jika Cinta sudah melekร t. Hati ingin slalu dekat. Karena Cintaku padamu Lebih Hebat.

Ust.Arifin ilham : Berbeda Tetapi Tetap Sayang

SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yg juga seorang pengusaha sukses dg PT Ajwad -nya.

Sebuah pesan tentang ilmu dari Imam Syafi'i

Salah satu Imam Mahzab, yang ajarannya banyak digunakan muslim Indonesia. Dan beliau berpesan.

Rabu, 21 Juni 2017

Kenapa sih kamu nggak mau sentuhan dengan aku ?!

Seorang wanita gaul bertanya pada seorang pemuda yang shaleh: Wanita: “Kenapa sih kamu nggak mau bersentuhan tangan denganku? Emangnya aku ini hina ya?”
Pemuda: “Bukan begitu Mba, Justru saya lakukan itu karena saya sangat menghargai Mba sebagai seorang wanita”
Wanita: “Maksudmu?”
Pemuda: “Coba saya tanya sama Mba, apakah boleh seorang rakyat jelata menyentuh tangan putri keraton yang dimuliakan?”
Wanita: (Sambil mengernyitkan dahi) “T .. Tentu gak boleh sembarangan dong!”
Pemuda: “Nah, Islam mengajarkan bagaimana kami menghormati semua wanita layaknya ratu yang ceritakan tadi. Hanya pangeran saja yang layak menyentuh tuan putri.”
Wanita: (Sambil agak malu) “Oh .. Terus kenapa sih mesti pakai menutup tubuh segala, pake kerudung lagi, jadi gak keliatan seksinya”
Pemuda : (Membuka sebuah rambutan, lalu memakannya sebagian. Dan mengambil sebuah lagi sambil menyodorkan 2 buah rambutan itu pada wanita tersebut) “Kalau Mba harus memilih, pilih rambutan yang sudah saya makan atau yang masih belum terbuka”
Wanita: (Sambil keheranan dan sedikit merasa jijik) “Hi .. Ya saya pilih yang masih utuh lah, mana mau saya makan bekas Mas”.
Pemuda : (Sambil tersenyum) “Tepat sekali, semua orang pasti memilih yang utuh, bersih, terjaga begitu juga dengan wanita. Islam mensyariatkan wanita untuk berhijab dan menutup aurat semata-mata untuk kemuliaan wanita juga”.
Wanita: “Terimakasih ya, aku semakin yakin untuk berhijab dan menutup aurat, Islam memang sangat memuliakan wanita.
Subhanallah. Ngomong-ngomong Mas sudah punya pacar belum?”
Pemuda: “Mmm .. Saya belum punya dan bertekad tidak akan punya pacar.”
Wanita : (Kebingungan) “Loh, kenapa? Bukannya semua muda-mudi sekarang punya temen istimewa”
Pemuda: “Begini Mba, kira-kira kalau Mba diberi hadiah handphone, ingin yang bekas atau yang masih baru??”
Wanita: “Ya jelas yang baru lah”
Pemuda: “Kalau suatu saat Mba menikah, mau pakai baju loakan yang harganya Rp. 50.000/3 potong atau gaun istimewa yang harganya Rp.20 juta keatas”
Wanita: “Ih .. Mas ini. Ya pasti saya pilih gaun istimewa, mana mau saya pakai baju loakan, udah bekas dipegang orang, gak steril lagi. hi …”
Pemuda: “Nah, begitu juga Islam memandang pacaran Mba. Kami, diajarkan untuk menjunjung ikatan suci bernama pernikahan. menjadi pasangan yang saling mencintai karenaNya. Yang menjaga kesucian dan kehormatan dirinya sebelum akad suci itu terucap. Karena kami hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk pasangan kami kelak”
Wanita: (Hatinya berdebar-debar tak menentu, kata-kata pemuda tadi menjadi embun bagi hatinya yang selama ini hampa. Matanya pun menetes) “Mas, aku semakin merasa banyak dosa. Masihkah ada pintu taubat untukku dengan semua yang sudah aku lakukan?”
Pemuda: (Matanya berbinar, perkataannya berat) “Mba, jikalah diibaratkan seorang musafir kehilangan unta beserta makanan dan minumannya di gurun pasir yang tandus. Maka kebahagiaan Allah menerima taubat hambanya lebih besar dari kebahagiaan musafir yang menemukan untanya kembali.
Kalaulah kita datang dengan membawa dosa seluas langit, Allah akan mendatangi kita dengan ampunan sebesar itu juga. Subhanallah”.
Wanita: (Berderai air matanya, segera ia usap dengan tisunya) “Terimakasih Mas, saya banyak mendapatkan pencerahan hidup. Semoga saya bisa berubah lebih baik”
Pemuda: “Aamiin” ..


Sumber : islampos.com

Foto : Dok pribadi


Senin, 19 Juni 2017

Adakah Batasan Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah?

Adakah Batasan Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah?

๐Ÿ“ƒ๐Ÿ“œ Waktu-waktu pengeluaran zakat fitrah ini secara terperinci adalah sebagai berikut :

๐Ÿ“”1. Waktu wajib pengeluaran zakat fitrah ini adalah dari terbenamnya matahari pada malam hari raya idul fitri hingga shalat idul fitri keesokan harinya, karena waktu terbenamnya matahari merupakan waktu berbuka terakhir dari bulan Ramadhan.

๐Ÿ“”2. Waktu sunat pengeluarannya adalah setelah shalat subuh pada pagi hari raya hingga waktu shalat idul fitri. Sesuai hadis: “Dan beliau memerintahkan pembayaran zakat itu sebelum keluarnya orang-orang untuk shalat (idul fitri)”. ((HR Bukhari: 1503, dan 1509).

๐Ÿ“”3. Waktu bolehnya pengeluarannya adalah sehari atau dua hari sebelum hari raya idul fitri sebagaimana yang diamalkan oleh para sahabat pada zaman Nabi termasuk Ibnu Umar radhiyallahu’anhu dan sahabat lainnya[1], bahkan sebagian ulama membolehkan untuk mengeluarkannya dari awal bulan Ramadhan.

๐Ÿ“•๐Ÿ“Ž Apabila seseorang membayar zakat fitrah ini setelah shalat idul fitri tanpa ada udzur atau alasan syar’i maka ia berdosa, dan zakat yang dibayarnya tersebut sama sekali tidaklah bernilai zakat fitrah namun hanya bernilai sedekah biasa. Adapun bila ia melakukan itu karena ada alasan syar’i seperti lupa atau tidak mendapatkan fakir miskin sebelum shalat idul fitri, maka zakatnya tetap dianggap sebagai zakat fitrah yang sah. Ini sesuai hadis Ibnu Abbas: “Barangsiapa yang membayarnya (zakat fitrah) sebelum shalat (idul fitri) maka ia adalah zakat fitrah yang diterima (sah), dan barangsiapa yang membayarnya setelah shalat (tanpa alasan syar’i) maka ia hanyalah dianggap sebagai sedekah seperti sedekah-sedekah biasanya” (HR Abu Daud: 1609, dan Ibnu Majah: 1827, hadisnya hasan)[2].

[1] . Dalam HR Bukhari (1511)

[2] . Syarh Arkaan Al-Islam: hal. 128-129

๐Ÿ“Sumber : https://goo.gl/xEmnT9

Insani UNDIP 2017
#InsaniBerdedikasi
#KitaBanggaJadiRohis

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Dahsyatnya Kalimah Dzikir : Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ๐Ÿšฅ
Bismillฤhir-rahmฤnir-rahฤซm.
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu ??
๐Ÿต️ Kekuatan dzikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang mukmin. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa semua makhluk ciptaanNya adalh lemah atau tidak abadi.
Bahkan, dzikir ini merupakan untaian ayat Al-Quran dg makna yg terkandung hikmah agung di dalamnya. Dengan mempelajarinya, maka menjadi tahu tentang arti, makna, hikmah, keutamaan, dan kelebihannya sbagai sarana utk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meminta pertolongan hanya kepada-Nya.
๐ŸŒ  Berikut beberapa kedahsyatannya:
1. Membaca dzikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir adalah salah satu bentuk ketakwaan kita kepada Allah. Bentuk dan rasa tawakal kita kepada Allah dg sepenuhnya mendekatkan diri kepadaNya. Dg kalimat ini, kita menyerahkan segenap jiwa dan raga kepada Allah, menyerahkan segala urusan, beban, dan masalah kita kepada Allah karena Allah lah sebaik-baiknya wakil. Tawakal dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya urusan kepadaNya.
2. Pada saat dihimpit berbagai problema kehidupan dunia yang begitu menyesakkan, dirundung duka dan derita, serta masalah yg berkecamuk, trmsk kesulitan hidup, maka kita hendaknya mengucapkan ayat "hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir". Selain itu, merupakan wujud ketergantungan manusia kpd Allah, manifestasi permohonan tolong kepadaNya, dan bentuk tawakal utk mengembalikan sgala urusan kepada-Nya.
3. Adapun makna hasbunallah wani'mal wakil secara implisit (tersirat) menegaskan tentang ke-Esaan Allah, yakni sebagai satu-satunya dzat yang patut kita untuk menyerahkan semua urusan, meminta pertolongan, dan memohon perlindungan dari segala gangguan. Karena Dia lah sebaik-baiknya dzat yg patut disembah dan dimintai pertolongan.
Kedahsyatan dzikir ini memiliki arti dan makna sangat mendalam atas kedekatan dan rasa tawakal kita kepada Allah sebagai Tuhan Sang Pencipta yang Maha Kuasa.
⏳Kisah2 kedahsyatan Dzikir Hasbunallah wani'mal wakil :
1.Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tungku api, Jibril bertanya kepada beliau –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’ Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.
“Hasbunallah wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalaam ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
2.Nabi Muhammad ๏ทบ menyebut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah memberikan kemenangan kepada baginda.
3. Pernah ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam wang untuk modal usaha kepada seorang mukmin. Sang mukmin bertanya kepada sang pedagang “apa jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” sang pedagang menjawab “Allah SWT”, maka sang mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku percaya”. Lalu bersepakatlah jadual pelunasan hutang.
Si pedagang pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang tempoh pembayaran hutang, si pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk melunasi hutangnya kepada sang mukmin. Akan tetapi setiba di seberang lautan tak ada satupun perahu yang dapat membawa dia ke tempat tujuan.  Dia khawatir akan lewat jatuh tempoh kesepakatan yang telah dibuat dengan si mukmin. Lalu dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu, lalu ia masukkan uang dan sebuah surat kedalam ke kayu. Sang pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut, dan berdoa kepada Allah semoga uang dapat sampai ke tangan si mukmin.
Keesokan harinya, akhirnya sang pedagang dapat menyebrang dengan membawa uang penganti yang lain, kemudian datang menyerahkan kepada si mukmin. Sang mukmin menjawab dengan tersenyum “uang pinjamanmu sudah ku terima kemarin”"ketika aku sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah kayu lalu kubawa pulang untuk kujadikan kayu bakar, pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu”sang pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Allah.
4. Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup.
Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan.
Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun. Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.
Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya tuliskan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik).
Saya tambahkan juga doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orangtuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu.
Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim.
Subhanallah.., Allahu Akbar.., !!
Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh yaitu:
"Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.
Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali dzikir ini sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke Mahakuasaan Allah dalam menolong hamba-Nya.
Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah yang Anda hadapi kepada Allah sepenuhnya, Allah pasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”
Wallahu'alaam.

Semoga bermanfaat dan kita senantiasa mengamalkannya..
Aamiin ya Rabbal'alaamiin.

By :Okky


Taushiah Ramadhan Irwan Prayitno 24 Ramadhan 1438H Ujian Harta: Kaya & Miskin

Harta terlihat sebagai kesenangan dunia, yang sebagian besar manusia, cenderung kepadanya. Tapi, keberadaan harta itu, baik adanya (berlimpah), cukup, atau kekurangan juga menjadi ujian dan fitnah duniawi bagi manusia, tergantung bagaimana menyikapinya. Hal ini, secara jelas disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

ุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ุฃُู…َّุฉٍ ูِุชْู†َุฉً ูˆَูِุชْู†َุฉُ ุฃُู…َّุชِูŠ ุงู„ْู…َุงู„ُ

“Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” (Riwayat Tirmidzi)

Jadi, ujian bagi manusia bukan hanya melalui kemiskinan, tapi kekayaan pun merupakan ujian.

Allah memperjelasnya dalam firmanNya

ูˆَุชُุญِุจُّูˆู†َ ุงู„ْู…َุงู„َ ุญُุจًّุง ุฌَู…ًّุง

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Q.S. Al Fajr: 20)

Kecintaan kepada harta, kesibukan yang berlebihan dalam mengejarnya yang membuat kita memperhatikan yang lain, beribadah kepada Allah, beramal saleh kepada sesama manusia, bersedekah dan menginfakkannya di jalan yang Allah ridhai, akan membuat kita jauh dari rahmat dan berkah dari Allah.

Bagaimana tidak? Allah lah Yang Maha Pemberi Rezeki, tetapi manusia terlalu sibuk mengejar dan mengumpulkan rezeki, hingga melupakan hak bagi Yang Mengatur Rezeki. Lalu, mengapa ada orang yang lalai ataupun ingkar, malah memiliki rezeki yang berlimpah? Itulah ujian terbesar yang Allah turunkan kepadanya, yang biasa disebut istidraj.

Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชَ ุงู„ู„ู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ูŠُุนْุทِูŠ ุงู„ْุนَุจْุฏَ ู…ِู†َ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู…َุง ูŠُุญِุจُّ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُู‚ِูŠู…ٌ ุนَู„َู‰ ู…َุนَุงุตِูŠْู‡ِ ูَุฅِู†َّู…َุง ุฐَู„ِูƒَ ู…ِู†ู‡ُ ุงุณْุชِุฏْุฑَุงุฌٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (Riwayat Ahmad)

Jadi, bagi anda yang saat ini memiliki harta berlebih, berbisnis selalu mudah menghasilkan uang, tetapi sebenarnya anda malas beribadah, gemar bermaksiat, lalai bersedekah, itulah tanda Allah sedang menjerumuskan anda ke dalam gelimang fitnah harta. Na'udzubillah min dzalik.

Bisa jadi, istidraj diberikan karena kita sudah tidak mempedulikan bagaimana dan darimanan sumber harta tersebut kita raih, apakah lewat cara yang halal dan haram.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau,

ูŠَุฃْุชِูŠ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฒَู…َุงู†ٌ ู„ุงَ ูŠُุจَุงู„ِูŠ ุงู„ْู…َุฑْุกُ ู…َุง ุฃَุฎَุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ؛ ุฃَู…ِู†َ ุงู„ุญَู„ุงَู„ِ ุฃَู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ุญَุฑَุงู…ِ؟!

Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika itu) seorang tidak lagi peduli dengan apa yang dia dapatkan, apakah dari yang halal atau haram (Riwayat Bukhari)

Sabda beliau pula:

ู„ุง ุญَุณَุฏَ ุฅِู„ุงّ ููŠ ุงุซْู†َุชَูŠْู†ِ : ุฑَุฌู„ٌ ุขุชَุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ ู…َุงู„ุงً ูَู‡ُูˆَ ูŠُู†ْูِู‚ُ ู…ู†ู‡ُ ุขู†َุงุกَ ุงู„ู„ّูŠْู„ِ ูˆ ุขู†َุงุกَ ุงู„ู†ّู‡َุงุฑِ ، ูˆَุฑَุฌُู„ٌ ุขุชَุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ُุฑْุขู†َ ูَู‡ُูˆَ ูŠَู‚ُูˆู…ُ ุจِู‡ِ ุขู†َุงุกَ ุงู„ู„ّูŠْู„ِ ูˆَ ุขู†َุงุกَ ุงู„ู†ّู‡َุงุฑ . ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡

“Demikianlah harta dapat menjadi sebab seorang masuk syurga, namun juga bisa membuat seorang terjerumus ke dalam neraka jahannam.”

Lalu bagaimana bagi orang yang kekurangan harta. Apakah terkena fitnah harta? Ya, bisa jadi kemiskinan juga adalah ujian dan fitnah harta kepada kita. Manakala, kita lupa bersyukur kepada Allah, sering merutuk terhadap kondisi kekurangan yang ada, malas bekerja, dan menempuh jalan yang Allah benci untuk mencari solusinya.

Karena banyak atau sedikitnya rezeki yang Allah berikan kepada kita, itu adalah pemberian Allah yang sudah seharusnya kita syukuri. Semua itu titipan Allah, yang tidak layak kita ingkari. Mungkin saat itu Allah sedang menguji level keimanan kita, apakah kita tetap menjadi hamba yang shalih saat diuji dengan kekurangan, atau sebaliknya. Karena Allah lah Yang memahami kadar hati makhlukNya dalam mengelola harta. Bisa jadi, kita yang ditimpa kemiskinan, akan menjadi kufur nikmat jika diberi rezeki berlebih. Karena Allah sayang padanya, ia diberi ujian berupa kekurangan terlebih dahulu, dan akan menambahkan rezekinya, seiring naiknya kadar keimanan. Allah sudah atur kadar rezeki makhlukNya secara cukup, semoga kita mampu untuk memaknainya.

Firman Allah dalam Al Qur'an

ูˆَู„َูˆْ ุจَุณَุทَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฑِّุฒْู‚َ ู„ِุนِุจَุงุฏِู‡ِ ู„َุจَุบَูˆْุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู„َٰูƒِู†ْ ูŠُู†َุฒِّู„ُ ุจِู‚َุฏَุฑٍ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ุจِุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุฎَุจِูŠุฑٌ ุจَุตِูŠุฑٌ

Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy Syura: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah lantas menjelaskan, “Seandainya Allah memberi hamba tersebut rezeki lebih dari yang mereka butuh, tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 553)

Malah, bagi yang kekurangan harta, Allah sangat membanggakan orang yang tetap mengeluarkan sedekahnya, dan nilainya jauh lebih besar di hadapan Allah dari orang kaya yang bersedekah.

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau,
ุฌَู‡ْุฏُ ุงู„ْู…ُู‚ِู„ِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (Riwayat An Nasai, shahih)

Dalam riwayat lain disebutkan sebuah hadits

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ุณَุจَู‚َ ุฏِุฑْู‡َู…ٌ ู…ِุงุฆَุฉَ ุฃَู„ْูِ ุฏِุฑْู‡َู…ٍ ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَูƒَูŠْูَ ู‚َุงู„َ ูƒَุงู†َ ู„ِุฑَุฌُู„ٍ ุฏِุฑْู‡َู…َุงู†ِ ุชَุตَุฏَّู‚َ ุจِุฃَุญَุฏِู‡ِู…َุง ูˆَุงู†ْุทَู„َู‚َ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุนُุฑْุถِ ู…َุงู„ِู‡ِ ูَุฃَุฎَุฐَ ู…ِู†ْู‡ُ ู…ِุงุฆَุฉَ ุฃَู„ْูِ ุฏِุฑْู‡َู…ٍ ูَุชَุตَุฏَّู‚َ ุจِู‡َุง
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (Riwayat An Nasai)

Subhanallah, maka jadilah kita insan yang tetap dermawan, baik saat susah maupun senang, semata-mata agar mendapat keridhaan dari Allah. Ridha Allah adalah nikmat yang ternilai, walaupun dibandingkan dunia dan seisinya.

Firman Allah

ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุฃَู†ْูِู‚ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุฌَุนَู„َูƒُู…ْ ู…ُุณْุชَุฎْู„َูِูŠู†َ ูِูŠู‡ِ ۖ ูَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุฌْุฑٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar (Q.S. Al Hadid: 7)

Wallahu a'lam bishshawaab
==============================
Materi ceramah ini bisa disimak di Youtube link:
https://youtu.be/PQzjyZuI7EU


Sabtu, 17 Juni 2017

MALAM KE-23 MALAM PELUANG TURUN LAILATU AL-QADRI

Oleh : Samsul Basri, SSi, MEI

Lailatu al-qadri atau malam yang mulia penuh keberkahan, akan turun di sepuluh hari terakhir ramadhan, khususnya di malam-malam ganjil, Nabi saw bersabda,

ุชุญุฑูˆุง ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ููŠ ุงู„ูˆุชุฑ ู…ู† ุงู„ุนุดุฑ ุงู„ุฃูˆุงุฎุฑ ู…ู† ุฑู…ุถุงู†

_Carilah lailatu al-Qadri di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir ramadhan._ (HR. Bukhari. No. 2017)

Malam ini adalah malam ke 23, telah berlalu malam ke 21, namun tanda-tanda Lailatul qadri pada malam tsb belumlah tampak. Maka selayaknyalah bagi para pencinta kebaikan untuk tidak melewatkan malam ini (malam ke 23) dengan serangkaian ibadah dan amal shaleh. Dan jangan lupa untuk berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw,  _"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbu al-'afwa fa'fuanni"_

Tanda-Tanda telah turun Lailatu al-Qadri :

Tanda yang pertama :

Terdapat dalam sahih Muslim, dari hadits Ubay bin Ka'ab r.a bahwasanya Nabi saw mengabarkan bahwa diantara tanda-tanda lailatul qadri yaitu matahari terbit di pagi hari (berwarna putih) dan sinarnya tidak menyorot atau menyengat. (HR. Muslim)

Tanda yang kedua :

Terdapat dalam hadits Ibnu Abbas menurut Ibnu Khuzaimah, dan atThayaalisiy dalam musnadnya, dan sanadnya sahih, bahwa Nabi saw bersabda : malam lailatul qadri adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak pula dingin, dan dipagi harinya matahari menjadi kemerah-merahan. Sahih Ibnu Khuzaimah (2912) dan Musnad atThayaalisiy.

Tanda yang ketiga :

Imam Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari hadits watsilah bin al-asqa' r.a bahwasanya Nabi saw bersabda : (Malam lailatul qadri adalah malam yang terang sepertinya ada rembulan terbit, tenang, sunyi, tidak dingin, tidak panas, tidak dihalalkan bagi bintang-binatang untuk dilemparkan di malam itu hingga pagi." (HR. Thabrani)

Imam Ahmad menambahkan dalam musnadnya, "Dan di pagi harinya matahari terbit merata, pancaran cahayanya tidak seperti rembulan di malam purnama, dan tidak halal bagi setan untuk keluar di saat itu.", (HR. Ahmad)


Jumat, 16 Juni 2017

PANTASKAH KITA IKUT MERAYAKAN HARI RAYA ?

Oleh : KH Hafidz Abdurrahman

Hari Raya adalah hari kemenangan, bagi siapa? Bagi siapa saja yang berhasil meraih takwa, setelah ditempa selama sebulan penuh. Karena takwa adalah hikmah di balik perintah berpuasa, maka tidak semua orang yang berpuasa bisa meraihnya. Itulah, mengapa Nabi Sa-Llahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الجُوْعُ وَالْعَطْشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa, kecuali hanya lapar dan dahaga.” [Hr. An-Nasa’i, Ibn Majah, ad-Darimi, al-Hakim]

Orang yang bertakwa itu, kata Sayyidina ‘Ali, adalah orang yang takut kepada Rabb yang Maha Agung [khauf min ar-Rabb al-Jalil]; menjalankan apa yang diturunkan oleh Allah [al-‘amal bi at-tanzil]; rela terhadap yang sedikit [ar-ridha bi al-qalil], dan bersiap diri untuk menghadapi Hari Penggiringan [isti’dad li yaumi ar-rahil], saat digiring di Padang Makhsyar, dan dimintai pertanggungjawaban satu per satu di hadapan Allah.

Dengan takwa yang ada di dalam dada, kita bisa menunaikan puasa sebulan penuh dengan keyakinan bulat, semata karena Allah, serta hanya mengharap ridha-Nya, bukan karena apapun, dan siapapun. Begitu juga dengan takwa, kita bisa mendirikan qiyam Ramadhan sebulan penuh dengan keyakinan bulat, semata karena Allah, serta hanya mengharap ridha-Nya, bukan karena apapun, dan siapapun. Dengan semauanya itu, Nabi pun menegaskan, bahwa dosa-dosa kita sebelumnya akan diampuni oleh Allah.

Tak hanya itu, selama Ramadhan, karena takwa di dalam dada, kita menghidupkan siang dan malamnya dengan ketaatan. Dengannya, kita pun berhasil memanen sebanyak-banyaknya amal shalih. Belum lagi, saat nilainya dilipatgandakan oleh Allah, sehingga keberkahannya mengalir deras. Terlebih, ketika kita berhasil mewujudkan misi-misi dan kerja-kerja besar di bulan yang agung dan mulia ini.

Wajar, jika karena semuanya itu, kita lantas merayakan Hari Raya Idul Fitri, untuk merayakan kemenangan dan kesuksesan kita. Kemenangan dan kesuksesan kita mengalahkan syaitan, musuh bebuyutan kita, baik syaitan Jin maupun Manusia, termasuk diri kita sendiri. Kita pun sukses menjaga diri kita dalam ketaatan, dan tak mencatatkan dosa atau maksiat. Karenanya, kesuksesan ini layak kita rayakan, sebagai Hari Raya kita. Sembari terus berikhtiar dan berdosa, agar kita bisa meraih Hari Raya berikutnya.

Saat kita terus berikhtiar dalam ketaatan, sehingga ketika ajal menjemput kita, kita pun tetap istiqamah dalam ketaatan. Ini juga merupakan Hari Raya yang layak kita rayakan. Sembari terus berikhtiar, dan berdoa, memohon kepada-Nya, agar kita bisa meraih Hari Raya berikutnya. Saat kita dibangkitkan dari kubur, dan mendapatkan catatan amal perbuatan kita, dan lolos mempertanggungjawabkan seluruh kata dan perbuatan kita di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla. Kita pun lolos, saat melintasi titian shirat, karena tak ada jaminan bagi siapapun untuk lolos darinya. Sebagaimana firman Allah:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلاَّ وَارِدُهَا، كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

“Tak seorang pun di antara kalian, kecuali pasti menjadi santapan neraka. Hal itu bagi Tuhan-Mu merupakan keputusan yang pasti.” [Q.s. Maryam: 71]

Sesuatu yang membuat ‘Abdullah bin Rawwahah, Jenderal yang begitu garang saat menghadapi 100,000 tentara Romawi, itu menangis tersedu-sedu, ketika mendengarkan ayat ini. Saat dia tak bisa memastikan dirinya lolos atau tidak dari neraka. Maka, ketika kita melintasi titian shirat, dan lolos dari neraka, itu merupakan kemenangan dan keberhasilan kita, yang layak kita rayakan.

Setelah itu, kita pun bisa menginjakkan kaki kita di surga, sekaligus merayakan Hari Raya kita yang keempat. Setelah kita bisa memastikan, bahwa surga yang dijanjikan Allah itu dalam genggaman kita. Setelah kita berharap-harap cemas, sembari terus melaksanakan ketaatan, dan menjauhi kemaksiatan. Sesuatu yang mendorong para sahabat, siang-malam bekerja keras tak kenal lelah. Bahkan, membuat seorang Imam Ahmad tak kurang setiap malamnya, konon shalat hingga 1000 rakaat. Saat ditanya putranya, “Wahai Ayah, kapan Ayah akan beristirahat?” Beliau menjawab, “Bagaimana mungkin kita bisa beristirahat, sementara surga di depan kita, belum kita gapai.” Maka, saat surga yang dirindukan itu pun benar-benar dalam genggaman, itu merupakan kemenangan yang layak kita rayakan.

Akhirnya, kita pun sampai para puncak Hari Raya, saat kita dikumpulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surga-Nya. Dalam kitab Raudhatu al-Muhibbin, Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, mengutip hadits Nabi yang menuturkan, bahwa saat itu Allah bertanya, “Wahai hamba-hamba-Ku, adakah yang Aku janjikan kepada kalian belum Aku tunaikan?” Para penghuni surga itu pun menjawab, “Ya Allah, apa yang Engkau janjikan kepada kami, semuanya telah Engkau tunaikan. Kecuali, melihat wajah-Mu.” Maka, Allah pun titahkan kepada Jibril untuk membuka tabir-Nya. “Wahai Jibril, angkatlah tabir-Ku yang pertama.” Jibril pun mengangkat tabir-Nya yang pertama. Para penghuni surga itu pun menyaksikan cahaya-Nya yang begitu terang. Mereka pun membayangkan itulah Allah, lalu mereka bersimpuh dan bersujud kepada-Nya. Allah titahkan kepada mereka, “Wahai hamba-hamba-Ku, bangunlah kalian. Ini adalah surga, tempat memanen, bukan tempat beramal lagi.” Mereka pun bangkit. Allah kembali menitahkan kepada Jibril untuk mengangkat tabir-Nya yang kedua. Jibril pun mengangkatnya, hingga tampak bayangan yang lebih jelas. Ketika itu, para penghuni surga itu pun bersimpuh dan bersujud kepada-Nya. Allah titahkan kepada mereka, “Wahai hamba-hamba-Ku, bangunlah kalian. Ini adalah surga, tempat memanen, bukan tempat beramal lagi.” Mereka pun bangkit. Allah kembali menitahkan kepada Jibril untuk mengangkat tabir-Nya yang ketiga. Jibril pun mengangkatnya, hingga tampaklah “wajah”-Nya. Ketika itu, para penghuni surga itu pun bersimpuh dan bersujud kepada-Nya. Air mata mereka pun tumpah, pikiran mereka melayang, dan semua nikmat yang pernah mereka rasakan sirna, kalah dengan kenikmatan melihat “wajah”-Nya.

Itulah puncak Hari Raya, yang harus kita rayakan. Semoga kita bisa meraihnya, bukan hanya satu Hari Raya, tetapi kelima-limanya. Bukan hanya di dunia yang fana ini, tetapi juga di sana, negeri abadi, di Akhirat dan jannah-Nya..

Foto : Dokumen pribadi

TIPS MENCEGAH PENCURI MASUK RUMAH SAร€T MUDIK LEBARAN

Berikut TIPS² mencegah pemcuri masuk rumah saat mudik atau bepergian jauh :
1. Kunci pintu, nyalakan tv/ radio cukup keras, letakan sandal (sandal jepit lebih disarankan),mungkin 20-30 pasang. Supaya malingnya takut, disangkanya pada kumpul - kumpul.
Kalo sandal hilang biasalah. Udah resiko, yang penting nggak masuk rumah. Ragu dengan tips 1, baca tips 2.
2. Matikan lampu dan buka sedikit gorden, gantungkan guling dengan bentuk seperti pocong gantung diri di gorden yang sedikit terbuka tadi. Dijamin maling mengurungkan niatnya karena masuk rumah pocong.
Masih ragu dengan tips 1 dan 2? Tenang saja, masih ada tips selanjutnya.
3. Pasang Papan atau Triplek didepan rumah, tulis tulisan "RUMAH INI DIJUAL" atau "RUMAH INI DISITA KPK" Ngga bakal deh tuch maling masuk, rumah bermasalah.
Masih ragu dengan Tips nomor 1 s/d 3, masih ada Tips 4 yang paling cetar membahana.
4. Pergilah ke kantor polisi dan pinjam Police Line (Garis Polisi). Pasang di sekeliling rumah, belilah 2-3 ekor ayam untuk bekal mudik, sembelih ayamnya dan jangan lupa cecerkan darahnya disekeliling rumah. Seakan-akan rumah sedang terjadi pertumpahan darah atau pembunuhan. Yakin, maling ngga akan mendekati rumah yg lagi ada pembunuhan berdarah-darah.
Kalo masih ragu ... Ampun dah, tips terakhir, bawa mudik aja tu rumah.

By : Rivaldi

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net