KU DEKAP CINTAKU HINGGA KE SYURGA

Jika Cinta sudah melekàt. Hati ingin slalu dekat. Karena Cintaku padamu Lebih Hebat.

Ust.Arifin ilham : Berbeda Tetapi Tetap Sayang

SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yg juga seorang pengusaha sukses dg PT Ajwad -nya.

Sebuah pesan tentang ilmu dari Imam Syafi'i

Salah satu Imam Mahzab, yang ajarannya banyak digunakan muslim Indonesia. Dan beliau berpesan.

Rabu, 17 Januari 2018

Ustadz Abdul Somad Potensi Runtuhkan Rezim di 2019

By : Jauhar Ridloni Marzuq

Bagi para hipokrit pembenci Islam, Ustadz Abdul Somad adalah ancaman di Pemilu 2019 nanti.

Bayangkan saja jika dalam setiap kali tabligh akbar, kita rata-ratakan ada 5000 jamaah yang mengikuti ceramah Ustadz Abdul Somad, berapa juta orang yang akan mendengarkan petuah-petuah Ustadz Abdul Somad dalam setahun? Belum ditambah dengan mereka yang menonton lewat facebook, youtube, instagram, dsb.

Satu kali UAS tampil, mungkin bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan kampanye yang digelar oleh para politisi. Coba kita cari, politisi mana yang bisa mengumpulkan manusia sebanyak yang di Aceh kemarin, misalnya, dalam sekali acara dan seorang diri? Ini ancaman serius buat para pembenci agama di tahun politik 2019 nanti. Puluhan atis-artis dan biduan yang mereka tampilan untuk merusak moral dan membodohi pemilih, akan tumbang dengan sekali UAS menggelar tabligh akbar.

Ustadz Somad memang bukan politisi, tapi ceramahnya selalu jelas menegaskan bahwa politik harus dijadikan sebagai senjata dakwah untuk membela agama Allah. "Amalan pejabat bukan baca Yasin," kata Ustadz Abdul Somad suatu kali. "Kalau baca Yasin semua bisa. Anak kecil juga bisa. Amalan anggota DPR adalah memasukkan undang-undang yang bermuatan agama. Gunakanlah kekuasanmu untuk menolong agama Allah!"

Orang komunis-sekular mana yang tidak panas-dingin mendengar ucapan seperti itu? Di sinilah langkah-langkah terukur sudah mulai disusun dan dijalankan untuk menjegal Ustadz Abdul Somad. Atau minimal menjatuhkan reputasi dan nama baik beliau. Ketika Habib Rizieq memilih hijrah ke Saudi, mereka beranggapan penggerak umat ini sudah tidak ada. Jalan mereka menuju 2019 akan mulus tanpa hambatan. Tapi dengan kuasa Allah, Allah menghadirkam Ustadz Abdul Somad yang bahkan lebih besar daya dobraknya dari Habib Rizieq.

Saya memprediksi tahun ini hingga 2019 nanti akan menjadi tahun-tahun berat bagi Ustadz Abdul Somad. Setiap ucapan dan perbuatannya akan dicari titik-titik kelemahannya. Masa lalu dan ceramah-ceramah lamanya akan diacak-acak, dicari kesalahan-kesalahannya walupun kekecil biji sawi, lalu dikorek dan digoreng sana-sini. Bukan tidak mungkin, skenario mangada-adakan kasus seperti yang terjadi kepada Habib Rizieq akan dilakukan juga kepada Ustadz Abdul Somad. Dan akhir tahun 2017 sudah muncul riak-riak itu: pengusiran di Bali, penolakan di Hongkong, pembatalan di PLN dan tuduhan-tuduhan keji di media sosial.

Bukan tidak mungkin godaan harta, tahta dan lainnya telah diiming-imingkan sedemikian rupa untuk mengubah haluan UAS. Kita berdoa semoga UAS dan kita semua tetap diberi kemuatan da  istiqamah untuk membela agama Allah ini dari tangan-tangan jahat yang ingin menyingkirkannya dari tanah air kita tercinta ini.
Aamiin.

Ustadz Abdul Somad Potensi Runtuhkan Rezim di 2019

By : Jauhar Ridloni Marzuq

Bagi para hipokrit pembenci Islam, Ustadz Abdul Somad adalah ancaman di Pemilu 2019 nanti.

Bayangkan saja jika dalam setiap kali tabligh akbar, kita rata-ratakan ada 5000 jamaah yang mengikuti ceramah Ustadz Abdul Somad, berapa juta orang yang akan mendengarkan petuah-petuah Ustadz Abdul Somad dalam setahun? Belum ditambah dengan mereka yang menonton lewat facebook, youtube, instagram, dsb.

Satu kali UAS tampil, mungkin bisa mengalahkan puluhan bahkan ratusan kampanye yang digelar oleh para politisi. Coba kita cari, politisi mana yang bisa mengumpulkan manusia sebanyak yang di Aceh kemarin, misalnya, dalam sekali acara dan seorang diri? Ini ancaman serius buat para pembenci agama di tahun politik 2019 nanti. Puluhan atis-artis dan biduan yang mereka tampilan untuk merusak moral dan membodohi pemilih, akan tumbang dengan sekali UAS menggelar tabligh akbar.

Ustadz Somad memang bukan politisi, tapi ceramahnya selalu jelas menegaskan bahwa politik harus dijadikan sebagai senjata dakwah untuk membela agama Allah. "Amalan pejabat bukan baca Yasin," kata Ustadz Abdul Somad suatu kali. "Kalau baca Yasin semua bisa. Anak kecil juga bisa. Amalan anggota DPR adalah memasukkan undang-undang yang bermuatan agama. Gunakanlah kekuasanmu untuk menolong agama Allah!"

Orang komunis-sekular mana yang tidak panas-dingin mendengar ucapan seperti itu? Di sinilah langkah-langkah terukur sudah mulai disusun dan dijalankan untuk menjegal Ustadz Abdul Somad. Atau minimal menjatuhkan reputasi dan nama baik beliau. Ketika Habib Rizieq memilih hijrah ke Saudi, mereka beranggapan penggerak umat ini sudah tidak ada. Jalan mereka menuju 2019 akan mulus tanpa hambatan. Tapi dengan kuasa Allah, Allah menghadirkam Ustadz Abdul Somad yang bahkan lebih besar daya dobraknya dari Habib Rizieq.

Saya memprediksi tahun ini hingga 2019 nanti akan menjadi tahun-tahun berat bagi Ustadz Abdul Somad. Setiap ucapan dan perbuatannya akan dicari titik-titik kelemahannya. Masa lalu dan ceramah-ceramah lamanya akan diacak-acak, dicari kesalahan-kesalahannya walupun kekecil biji sawi, lalu dikorek dan digoreng sana-sini. Bukan tidak mungkin, skenario mangada-adakan kasus seperti yang terjadi kepada Habib Rizieq akan dilakukan juga kepada Ustadz Abdul Somad. Dan akhir tahun 2017 sudah muncul riak-riak itu: pengusiran di Bali, penolakan di Hongkong, pembatalan di PLN dan tuduhan-tuduhan keji di media sosial.

Bukan tidak mungkin godaan harta, tahta dan lainnya telah diiming-imingkan sedemikian rupa untuk mengubah haluan UAS. Kita berdoa semoga UAS dan kita semua tetap diberi kemuatan da  istiqamah untuk membela agama Allah ini dari tangan-tangan jahat yang ingin menyingkirkannya dari tanah air kita tercinta ini.
Aamiin.

Penuhi Panggilan Polisi, Ustadz Zulkifli Dilepas Haru Para Jemaah Payakumbuh.

Penuhi Panggilan Polisi, Ustadz Zulkifli Dilepas Haru Para Jemaah Payakumbuh.

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai oleh Bareskrim Polri atas kasus ujaran kebencian. Beliau diminta untuk memenuhi panggilan polisi pada Kamis (18/01/2018) di Jakarta.
Menurut keterangan Edi Kusmana, adik iparnya, ustadz Zulkifli diperkarakan terkait ceramahnya tentang paham komunisme, syiah dan KTP palsu pada tahun 2016 silam.
“Terkait status tersangka ustadz kita, Zulifli Muhammad Ali, maka dengan ini, disampaikan bahwa beliau dijerat dalam kasus UU ITE, ujaran kebencian dan SARA terkait paham komunisme, KTP palsu Cina, Syiah yang tersebar tahun 2016 silam di medsos,” ungkap Edi Kusmana melalui keterangan tertulisnya.
Ustadz Zulkifli bertolak dari rumahnya di Payakumbuh, Sumatra Barat pada Rabu siang (17/01/2018) menuju Bandara Sultan Sharif Kasim II, Pekanbaru untuk berangkat ke Jakarta. Menjelang keberangkatannya, banyak jemaah, para murid dan kerabat datang.
Komplek rumah beliau dipenuhi para jemaah yang ingin berpamitan kepadanya. Bahkan, orang-orang yang hadir tak hanya dari Payakumbuh saja, melainkan juga dari luar kota, misalnya Bukittinggi. “Ada yang datang dari Bukittinggi,” ungkap salah-satu kru UZMA media, Alifuddin.
Ia juga memberikan sejumlah pesan dakwah kepada semuanya. Suasana haru pun pecah takala ustadz Zulkifli berpamitan dan beranjak pergi. Satu-persatu jemaah pria yang berkunjung ke rumahnya pun dipeluk.
Sementara itu, pesan-pesan Ustadz Zulkifli diungkap oleh salah-satu keponakannya, Muhammad (bukan nama asli). Ia menjelaskan bahwa bagi dai berdarah Minang itu, penetapan sebagai tersangka sudah menjadi resiko terhadap siapa saja yang menyuarakan kebenaran.
Ustadz Zulkifli pun melantunkan potongan ayat ke 30, surat Al Anfal yang berbunyi, “ ﻭَﻳَﻤْﻜُﺮُﻭﻥَ ﻭَﻳَﻤْﻜُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ۖ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻤَﺎﻛِﺮِﻳﻦَ .” Muhammad melanjutkan, ayat itulah menjadi cambuk penyemangat bagi Ustadz Zulkifli.
“Ayat inilah yg menjadikan kami para dai terhibur,” ungkap Muhammad mengutip pesan dari Ustadz Zulkifli.
@Kiblat.

Adakah Cacat pada Ibadah Kita?

Adakah Cacat pada Ibadah Kita?

Seorang tabi’in bernama Atha As-Salami mendatangi seorang penjual kain di pasar. Ia bermaksud menjual kain yang ditenunnya kepada penjual itu. Namun, sayang, kain miliknya ditolak karena terdapat cacat padanya. Lalu, Atha pun menangis.

Tentu saja si penjual kain merasa bersalah ketika melihat Atha mengalami kesedihan yang mendalam. Ia pun berubah pikiran dan memutuskan untuk membeli kain milik Atha dengan harga yang sesuai dengan kondisinya.

Namun, ternyata penjual kain itu salah menduga. Tangisan Atha itu bukan karena menemukan cacat pada kainnya. Ia menangis merenungi dirinya. Bagaimana jika ternyata amal ibadah yang selama bertahun-tahun dilakukannya bernasib seperti kain yang ditenunnya itu. Ada cacat padanya. Cacat di mata Allah yang Mahatahu segalanya.

Lalu, bagaimana dengan kualitas ibadah kita? Semoga apa yang kita lakukan tidak hanya mendulang lelah di dunia saja. Akan tetapi, harus mendulang ridha Allah dan rahmat-Nya kelak di akhirat.

“Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi temannya.” (HR. At-Tirmidzi)

“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab. Dan, berhiaslah (dengan amal saleh) untuk pagelaran agung (pada hari Kiamat kelak).” (HR. At-Tirmidzi)

By : Tasdiqul Qur'an

Penutut Ilmu tidak boleh futur

Ob: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzahullaah
.
Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.
.
Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.
.
Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:
.
1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.
.
2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.
.
3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]
.
Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.
.
Di antara sebab-sebab itu adalah.
.
1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu syar’i.
3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11). Lemahnya pendidikan. [2]
.
Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.
.
Di antara obat penyakit futur adalah.
.
1). Memperbaharui keimanan.
Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3). Ikhlas dan takwa.
4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7). Mencari teman yang baik (shalih).
8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9). Sabar dan belajar untuk sabar.
10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [3]
.
PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH PUTUS ASA DALAM MENUNTUT ILMU DAN WASPADA TERHADAP BOSAN
.
Sebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”
.
Ingatlah wahai saudaraku, kehadiran Anda dalam majelis ilmu cukup membuat Anda mendapatkan pahala. Bagaimana jika Anda mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, janganlah putus asa. Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Anda akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.
.
Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur dalam taubatnya, apa yang ia dapatkan?
.
Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Kelurganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”
.
Demikian juga dengan Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun (perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya: Suatu hari ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya. Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya. Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga dari mereka yang mendengar pelajarannya.
.
Inilah sosok-sosok yang dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.
.
Jangan putus asa, berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Walaupun Anda pada hari ini belum mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga, keempat,.... setahun, dua tahun, dan seterusnya...[4]
.
Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah agar tetap istiqamah dalam kebenaran.
.
[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]
__________
Foote Notes
[1]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 22).
[2]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 43-71).
[3]. Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas.
[4]. Ma’aalim fii Thariiq Thalabil ‘Ilmi (hal. 278-279)

4 TAHAP MENUJU NIKMATNYA TILAWAH (MEMBACA AL-QURAN


1.DIPAKSA
Paksakan diri untuk terus bisa Tilawah tiap hari, suka atau tidak, ringan ataupun berat, cepat atau lambat asal jangan terlewat..
terus paksakan diri...

2. KEBIASAAN
Beberapa bentuk paksaan akan berubah menjadi 'kebiasaan'.
Kita akan merasa aneh jika tidak tilawah sehari saja.

3. KEBUTUHAN
Kebiasaan yg terus di lakukan akan berubah menjadi 'kebutuhan'.
Di tahap ini sudah mulai tumbuh benih-benih cinta tilawah, akan merasa rugi jika tidak bisa tilawah

4. KENIKMATAN
Pada tahap ini tilawah sudah menjadi 'candu'. tilawah berlama lama adalah 'kenikmatan'.
Sedangkan ketika terlewat tidak bisa tilawah akan membuat diri resah.

Yang perlu kita lakukan adalah 'istiqomah' dan  mengajak, memotivasi diri dan saudara2 lainnya untuk terus semangat dalam tilawah agar mereka pun dapat merasakan nikmatnya bertilawah..

INGAT..! Kebaikan itu seperti pantulan bola, semakin semangat kita memantulkannya kepada yang lain, maka akan semakin kencang semangat yg akan kita terima.

Kita sudah ditahap mana..?

Oleh: Ustadz Abdullah Zen, MA hafidhahullah

•┈┈•••✦✿✦•••┈┈•

*Repost by :*
*🌀TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Follow Channel Telegram*
*@kajianislamtegardiatassunnah*
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Minggu, 19 November 2017

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

1. KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH SEBELUM SHALAT SUBUH
Jika kita mengerjakan shalat sunnah sebelum shalat subuh (qabliyah) maka akan mendapatkan pahala yang besar, nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. "Dari Aisyah r.a bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah bersabda : “ dua rakaat fajar ( shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat subuh ) itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya”. (H.R. Muslim)
2. 12 BAHAN POKOK BANGUN RUMAH DI SURGA
Bagi orang yang mengerjakan shalat sunnah dalam sehari semalam sebanyak 12 rakaat, maka Allah kan membalasnya dengan balasan berupa sebuah rumah di surga.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barang siapa shalat sehari semalam sebanyak dua belas rakaat, maka dibangunlah baginya sebuah rumah di surga, adapun shalat tersebut adalah 4 rakaat sebelum zuhur, dua rakaat sesudah zuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya’ dan dua rakaat sebelum shalat fardhu subuh" ( H.R. Tirmidzi, Hadist Hassan shahih diriwayatkan oleh Muslim )
3. 8 BAHAN POKOK DIHARAMKAN TUBUHNYA DARI API NERAKA
Bagi Siapa saja yang mengerjakan shalat sunnah sebanyak delapan rakaat, yaitu empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudah zuhur, maka Allah haramkan tubuhnya dari api neraka. "Dari Ummu Habibah, Nabi Muhammad SAW telah bersabda “ barang siapa yang mengerjakan shalat empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudah zuhur, maka Allah mengharamkannya dari api neraka" ( H.R. Tirmidzi )
🔸
MasyaAllah.....keutamaan shalat sunnah saja sudah begitu luar biasanya. Apalagi shalat wajibnya (fardhu) 😍
Iya ini cuma sunnah kok! Tapi kalau keutamaannya seperti yang dijanjikan diatas, jika dikerjakan mendapat pahala,ditinggalkan bakal rugi! Setuju?
🔸
Shalat sunnah yang kita lakukan bisa menyempurnakan pahala shalat wajib apabila pahalanya belum sempurna loh... Yuk amalkan,jangan lupa bagikan ke teman,lalu istiqamahkan! Barakallahu fiikum.
🔸
NOTE : Cara pengerjaan shalat sunnah 4 rakaat ➡ 2 rakaat 1 salam+2 rakaat 1 salam
.
📷@hollyatulfa @jogja.mengaji

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net