KU DEKAP CINTAKU HINGGA KE SYURGA

Jika Cinta sudah melekร t. Hati ingin slalu dekat. Karena Cintaku padamu Lebih Hebat.

Ust.Arifin ilham : Berbeda Tetapi Tetap Sayang

SubhanAllah walhamdulillah kanda tercinta fillah ustadz DR Kholid Basalam adalah seorang mujahid da'wah yg juga seorang pengusaha sukses dg PT Ajwad -nya.

Sebuah pesan tentang ilmu dari Imam Syafi'i

Salah satu Imam Mahzab, yang ajarannya banyak digunakan muslim Indonesia. Dan beliau berpesan.

Selasa, 10 Oktober 2017

Urutan khilafah-khilafah


Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.
Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.
1. Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:
Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
‘Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
‘Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
‘Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan
Al-Hasan bin ‘Ali ra (tahun 40 H/661 M)
Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun.
2. Khilafah Bani Umayyah
Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)
Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)
Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)
Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)
Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.
3. Khilfah Bani Abbasiyah
Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-‘Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.
Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)
Abu Ja’far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)
Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)
Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)
Al-Mu’tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)
Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)
Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)
Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)
Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)
Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)
Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)
Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)
Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)
Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)
Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)
Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
Al-Tha`i’ Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)
Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)
Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)
Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)
Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)
Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)
Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)
Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)
Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)
Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)
Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)
Al-Musta’shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)
Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)
Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)
Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)
Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
Al-Mu’tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)
Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)
Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
Al-Musta’shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II (th. 791-808 H/1392-1409 M)
Al-Musta’in Billah (tahun 808-815 H/1409-1416 M)
Al-Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)
Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)
Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)
Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol), sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.
4. Khilafah Bani Utsmaniyyah
Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:
Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)
Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)
Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)
Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)
‘Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)
‘Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
‘Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)
‘Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)
Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)
‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).
Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama (2017-1924= 93 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.
Kepastian Kembalinya Khilafah
Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri mereka bertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namun masih ada harapan.

kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.
Sabda Rasulullah saw, “Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”.
Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.
Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan berdirinya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang diimpikan oleh dunia Islam selama ini.

Senin, 09 Oktober 2017

Cinta (Al-Hubb)

📚 Al-Hubb

بِسْـــــــــــــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْــــــــــــــــــــــمِ 💦🌷💦🌷💦🌷💦🌷💦🌷💦
➖➖➖➖➖➖ *_“Carilah Tuhan di hati orang-orang yang terasingkan, karena Ia ada bersama mereka.”_*

Berbicara cinta tak akan pernah habis diungkapakan lewat rangkaian kata.
Ia selalu saja menjadi pembahasan paling menarik di setiap kesempatan.
Namun terkadang cinta yang murni pun terlupakan karena terganti oleh cinta yang terkontaminasi.
Seperti apakah itu? Mungkin jatuh cinta merupakan suatu hal fitrah yang dialami oleh manusia.
Anehnya dengan cinta tersebut, manusia bisa lupa kendali. Ia lupa bahwa cara tercepat untuk mendapatkan cinta itu dengan mendekati-Nya lewat syai’r-syai’r puitis-Nya yang tersusun rapi di sebuah wadah yang sangat berarti.
Manusia sibuk menghias tampilan dzahir dari cinta dan bathin cinta pun tertutupi. Semakin ia menghias seindah mungkin semakin ia lupa akan cinta sejati yang seharusnya.
Bukankah Allah adalah cinta yang sesungguhnya yang selalu memanifestasi lewat makhluk-makhluk-Nya.
Dekatilah mereka yang merasa terasingkan, dekatilah mereka yang merasa dalam kesengsaraan. Karena Allah bersama mereka untuk membuat kita peduli sesama.
Berbaiklah dengan cinta, karena ia amatlah mulia. Selalu membuat manusia lupa. Namun selalu mengajak manusia untuk berbahagia. Dengan hakikat dirinya yang tak pernah terlupa.

Barokallahu fiikum.. 💦 🔰 Tulisan dari berbagai sumber
➖➖➖➖➖➖ ۞Allahu A'lam
سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك 🔹۩۞۞۞۝🕌📚🕌۝۞۞۞۩🔹

Sumber foto : dok pribadi

3 AMAL YG TAK AKAN PUTUS PAHALANYA

🚥🚥🚥🚥 🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu..?
⌛Setiap muslim jika sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali 3 hal. Dari Abu Hurairah radialahu anhu , Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yg sholeh” (HR. Muslim no.1631)
Pejelasan:
1.Shodaqoh atau amal jariyah
Amal jariyah yang dilakukan semasa hidup di dunia akan terus mengalir dan menambah pahala bagi yang beramal. Contoh amal jariyah diantaranya, membangun madrasah atau sekolah, mewakafkan tanah untuk kepentingan umat, membangun masjid atau sarana umum lainnya, memberikan buku yang bermanfaat bagi orang dan lain sebagainya.
Selama semua yang diberikan itu masih terus berjalan dan bermanfaat bagi orang-orang, seperti bangunan Masjid yang terus digunakan untuk ibadah, selama buku yang disedekahkan masih digunakan dan bermanfaat, dalam bentuk apapun jika masih ada dan terus digunakan untuk kemaslahatan umat maka pahalanya akan terus mengalir pula kepada yang beramal meskipun sudah wafat.
2.Ilmu yang bermanfaat
Ilmu agama yang kita ajarkan kepada orang lain, baik itu secara lisan atau dalam bentuk tulisan (buku), selama ilmu itu masih bermanfaat dan terus dimanfaatkan oleh orang-orang yang kita ajari, maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita.
3. Anak Soleh yang Mendoakannya
Jika kita punya anak soleh yang mendoakan kita, insya Allah kita akan mendapat pahala juga karena kita telah berjasa mendidik mereka sehingga jadi anak yang saleh.
Anak adalah amanah dari Allah, yg harus kita didik secara islami, menanamkan aqidah sejak dini kepada anak, dan membimbingnya menjadi generasi yg Qur’ani. Memiliki anak yang patuh, bertaqwa dan sholeh/ sholehah, ternyata segala amal ibadah serta doa dan amal shaleh yang dilakukannya akan terus mengalir kepada kedua orangtuanya.
🌀 Lalu bagaimana jika kita tidak punya anak kandung.❓
Dalam hadits diatas tidak dijelaskan apakah anak saleh itu anak kandung atau bukan. Namun jika kita memelihara anak yatim pun kita tetap akan dapat pahala jika mereka jadi anak yang saleh dan mendoakan kita.
Dari Abu Ummah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membelai kepala anak yatim karena Allah, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Nabi ﷺ mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (HR. Ahmad)

Jadi yg memelihara anak yatim dengan penuh kasih sayang insya Allah akan masuk surga. Paling tidak jika ada anak dari saudara kita atau sepupu kita, santuni mereka. Bantu mereka.
Menyumbang ke keluarga miskin atau anak2 di panti asuhan insya Allah bisa mendapatkan pahala.
Wallahua'laam,
🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹🌿🌹
Semoga bermanfaat dan dapat memotivasi kita untuk snantiasa gemar beramal jariyah, memanfaatkan ilmu dgn cara mengajarkannya dan dianugrahkan anak-anak yg shaleh & shalehah sehingga kita akan tetap memperoleh pahala meskipun kita telah tiada.
✿(•.•)
•c(")(") Aamiin ya Rabala'alamiin..
Sumber fb : Okky

Sabtu, 07 Oktober 2017

DAPUR DAN SUMUR

Terlahir sebagai anak sulung, dengan kondisi kedua orang tua sering sakit-sakitan bukan hal mudah. Ibu mengidap diabetes dan ayah terkena darah tinggi sejak lama.
Hal ini memaksaku untuk berpikiran keras. Bagaimana melanjutkan kehidupan yang lebih baik lagi. Jika, keduanya kelak tiada? Sedangkan jalan di hadapan masih sangat panjang.
Namun, apa yang tersirat di kepala untuk bersekolah sampai perguruan tinggi, justru ditentang. Ibu kerap bilang, "Wanita itu ga perlu sekolah tinggi. Toh akhirnya harus balik ke dapur dan sumur juga."
Merasa kurang sependapat, aku pun mementahkannya. Dengan menjawab, "Walau kodrat wanita benar berada di dapur dan sumur. Setidaknya dengan bersekolah tinggi, kita bisa membantu perekonomian keluarga. Mungkin, sebagai pekerja atau memiliki usaha sendiri."
Entah karena ucapanku yang telah menyinggung perasaannya atau karena impian yang ketinggian, Ibu meradang.
Lalu berkata, "Suatu hari nanti, ketika kau dewasa akan menjadi orang sukses. Jadi ga perlu lagi nyelenuk di dapur dan di sumur."
Seingatku, saat itu ibu dalam keadaan benar-benar marah. Tapi, alhamdulillah ucapan yang terlontar masih dalam terkondisi baik. Inikah ucapan merupakan doa? Yang menjadi nyata.
Trimakasih, Ibu!

Palembang, 7 Oktober 2017.
#Ucapan_berpuluh_tahun_lalu
#Aku_dan_ibu
#Apa_kisahmu?

Semua Ini Sebab Cinta

Semua Ini Sebab Cinta

Akhir-akhir ini banyak yang menasihati saya, "Jangan terlalu vokal, masa-masa ini orang banyak yang dilaporkan karena ujaran kebencian, lalu ditahan oleh polisi"
Dan ungkapan-ungkapan serupa, disampaikan langsung ke saya, maupun lewat media sosial ataupun lewat pesan singkat, mungkin sudah ratusan yang seperti itu
Mungkin karena akhir-akhir ini memang begitu, mereka yang terus menyuarakan kebenaran, memberi nasihat, di depan kedzaliman yang nyata, lalu tiba-tiba ditahan
Zaman edan, siapa yang tak mau memuji penguasa, sesantun apapun dia akan dicap provokatif. Dan siapa yang menjilat penguasa akan kebal hukum, sebrutal apapun dia
Saya tahu, semua yang memberi nasihat pada saya, mereka pasti yang sangat sayang pada saya, sangat memperhatikan saya, khawatir bila terjadi sesuatu pada saya
Itulah saudara dalam iman, mencinta walau tak pernah jumpa, merindu walau tak sempat bertamu, menyayangi walau tak punya urusan dalam jual beli, ukhuwah Islam
Namun, begitu pula cinta yang menggerakkan lidah saya, jemari saya, dan akal saya. Rasanya sangat hina bila saya sudah tahu mana yang benar, namun tak bersuara tentangnya
Saya mencintai semua Muslim, maka tak tega bila mereka harus berada dalam ketidaktahuan, kasihan pada manusia yang harus terus menerima ketidakadilan seolah itu berkah
Mungkin tepat kiranya saya ceritakan kisah Imam Ahmad bin Hanbal, saat beliau disiksa rezim, sebab tak mau menuruti perkataan "Al-Quran adalah makhluk"
Siksaan adalah makanan hari-hari beliau, saking kasihannya, sipir penjara menasihati Imam Ahmad, "Sudahlah, turuti saja perkataan mereka, supaya selamat dari siksaan"
Imam Ahmad bertanya pada sipir, "Lihatlah ke balik jendela". Sipir menjawab, "aku melihat manusia, di depan pintu mereka, menunggu apa yang akan engkau lakukan"
Lalu berkata Imam Ahmad, "Lalu pantaskah, Ahmad selamat, sementara yang lain tersesat?". Begitu pula perasaanku padamu duhai seluruh Muslim saudaraku
Sertakan namaku dalam doamu, sebut-sebut aku bersama pintamu, sebab selama ada Muslim yang aku cintai, aku tetap akan menyampaikan risalah yang aku pahami.

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Selasa, 03 Oktober 2017

BACA BISMILLAH KETIKA MELEPAS PAKAIAN AGAR AURAT TIDAK DILIHAT JIN.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Benar bahwa jin bisa melihat kita sementara kita tidak bisa melihat jin. Allah tegaskan dalam al-Quran,
يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ …
“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–‘auratnya. Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Qs. Al-A’raf:27)
Ayat ini berlaku umum. Artinya, jin bisa melihat kita dalam semua keadaan, baik ketika kita memakai pakaian atau melepas pakaian. Sehingga jika dibiarkan, jin bisa melihat aurat manusia ketika dirinya tidak mengenakan pakaian.
Solusi Agar Aurat Tidak Dilihat Jin
Bagian dari kasih sayang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, beliau ajarkan kepada mereka berbagai macam sunah yang akan menyelamatkan mereka dari bahaya dunia dan akhirat. Tak terkecuali bahaya jin yang berada di sekitarnya.
Cara yang beliau ajarkan, agar aurat kita tidak dilihat jin adalah dengan membaca basmalah ketika membuka pakaian.
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ
Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca:bismillah. (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar, no. 37).
Demikian pula, ketika seseorang hendak masuk kamar mandi, dia dianjurkan untuk membaca basmalah, sebagai tabir auratnya dari pandangan jin. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ
Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang masuk kamar mandi, dia membaca:bismillah. (HR. Turmudzi 606, dan dishahihkan al-Albani).
Imam An-Nawawi mengatakan,
قال أصحابنا: ويستحبّ هذا الذكر سواء كان في البنيان أو في الصحراء ، قال أصحابنا رحمهم الله : يُستحبّ أن يقول أوّلاً: ” بسم الله ” ثم يقول: ” اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ من الخُبْثِ والخَبائِثِ
Para ulama madzhab kami – syafiiyah – mengatakan, ‘Dianjurkan membaca basamalah ini, baik ketika buang air di dalam bangunan atau di luar rumah.’ Mereka juga menjelaskan, dianjurkan untuk membaca: ’Bismillah’ terlebih dahulu, kemudian membaca:
اللَّهُمَّ إني أعُوذُ بِكَ من الخُبْثِ والخَبائِثِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan segala sebab keburukan. (al-Adzkar, hlm. 26).
Allahu a’lam.

Senin, 02 Oktober 2017

Biarlah orang bilang saya suami takut istri

Oleh : Hilmi Firdausi
Jika saya sering menelpon istri, mengabarinya saya sedang apa dan dimana, lalu ada orang bilang saya golongan suami takut istri, saya tak peduli. Karena sejatinya, saya khawatir jika istri saya kepikiran dan was-was akan kondisi suaminya lalu dia menjadi gundah gulana.
Jika saya berusaha sekuat tenaga untuk mendampinginya kemanapun jika saya bisa dan ada waktu, lalu orang menyebut saya di bawah kendali istri, saya tidak peduli. Saya selalu mendampinginya karena setelah ijab qobul, Ayahnya telah menyerahkan tanggung jawab kepada saya selaku suaminya, Imam sekaligus penjaganya.
Jika saya selalu mengajak ikut serta istri di acara kantor, acara reuni atau acara-acara yang melibatkan teman-teman saya lalu ada teman saya bilang saya anggota Ikatan suami takut istri, sekali lagi saya tidak peduli. Saya mengajak istri kemana-mana (jika dia bisa) untuk mengabarkan kepada dunia bahwa saya telah memiliki pasangan halal yang terbaik, jadi tak perlu lagi teman-teman wanita menggoda saya.
Jika saya selalu menceritakan semua masalah kepada istri, lalu saya dibilang laki-laki cengeng, saya tak ambil pusing. Saya menceritakan masalah kepada Istri karena istri adalah orang yang paling tepat untuk diajak berbagi dan mencari solusi, bukan orang lain apalagi wanita lain. Bukankah pernikahan adalah komitmen bersama dalam suka dan duka ?!
Jika saya selalu menyebut istri saya dihadapan teman-teman wanita lalu dibilang saya berada di bawah ketiak istri, saya pun tak peduli. Saya menyebut istri saya dihadapan mereka karena saya bangga memilikinya, wanita yang Allah pasangkan dengan saya sebagai penyempurna setengah agama saya.
Jika saya sering memuji istri saya terutama dihadapan teman-teman wanita lalu dibilang saya laki-laki tak mandiri, selalu membawa nama istri, saya pun tak peduli. Saya memujinya untuk mengabarkan kepada mereka jangan coba-coba dekati saya, karena tak ada yang bisa menggantikan posisinya di hati saya.
Saya memang suami takut istri...takut tidak bisa membahagiakan istri, takut melukai hati istri...karena saya takut Allah murka kepada saya, jika mencoba mengkhianati anugerah yang Allah berikan pada saya, terlebih saya tak mau mengingkari janji suci di hadapanNya, mitsaqon ghaliza.
Biarlah orang bilang saya suami takut istri, padahal yang saya takuti adalah Allah cabut keberkahan dari hidup saya karena rintihan dan jeritan hati seorang istri yang terlukai oleh perilaku suami.
Karena Rasul mulia pernah bersabda ;
‎خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku." (HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 )
FB : Hilmi Firdausi
FP : Kajian Hilmiyah
IG-Twitter : @hilmi28

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net